|
|
|
Mendiknas: Raihlah Sertifikat Kompetensi Bahasa Jerman |
Mendiknas: Raihlah Sertifikat Kompetensi Bahasa Jerman Jakarta, Kamis (17 Januari 2008) — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo menghimbau kepada para guru bahasa Jerman agar meraih sertifikat kompetensi bahasa Jerman. Menurut Mendiknas, menguasai kompetensi bahasa Jerman merupakan pintu masuk ke dalam kebudayaan Jerman. "Bahasa adalah inti dari kebudayaan." Hal tersebut disampaikan Mendiknas pada pembukaan Kongres Nasional V Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI) di GoetheHaus, Goethe Institut Jakarta, Kamis (17/1/2008). Kongres berlangsung pada 17-19 Januari 2008 di PPPPTK Bahasa Jl. Gardu Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Hadir Duta Besar Jerman Paul Freiherr von Maltzahn, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK) Depdiknas Baedhowi, dan Kepala Bagian Kursus Bahasa, Goethe Institut Jakarta Maria Fischer-Siregar. Kepada sebanyak 200 guru bahasa Jerman yang menghadiri pembukaan kongres, Mendiknas menyampaikan, dengan memegang sertifikat kompetensi bahasa Jerman, maka peserta didik akan mempunyai peluang untuk dapat bekerja di perusahaan-perusaha an Jerman. Selain itu, bagi mereka yang akan bekerja di negara Jerman akan lebih memiliki rasa percaya diri. "Saya sangat menghargai kalau saudara-saudara memegang sertifikat bahasa Jerman dari Goethe Institut," katanya. Lebih lanjut Mendiknas menyampaikan, Jerman termasuk negara Uni Eropa terpenting di mata Indonesia. Mendiknas menyebutkan, saat ini sebanyak 2.500 mahasiswa Indonesia sedang belajar di Jerman. Mendiknas menambahkan, dari sebanyak 2.731 guru bahasa asing selain bahasa Inggris di Indonesia sebanyak 45 persen adalah guru bahasa Jerman. Duta Besar Jerman Paul Freiherr von Maltzahn menyampaikan, dengan perluasan Uni Eropa maka pengajaran bahasa Jerman menjadi sangat penting. Dia menyebutkan, di seluruh dunia terdapat sebanyak 17 juta orang yang belajar bahasa Jerman dengan jumlah guru sebanyak lebih dari 120.000 orang. "Guru bahasa Jerman tidak hanya mendidik para siswa, tetapi juga menjadi jembatan hubungan kedua negara antara Indonesia dan Jerman," katanya. Kepala Bagian Kursus Bahasa, Goethe Institut Jakarta, Maria Fischer-Siregar, mengatakan saat ini terdapat sebanyak 37 sekolah mitra terpilih di Indonesia yang mendapat bantuan pengajaran bahasa Jerman. "Sekolah-sekolah ini akan menjadi bagian dari jaringan pembelajar bahasa Jerman yang memungkinkan para pengajar dan pelajar untuk melakukan kontak dengan guru dan murid dari seluruh penjuru dunia," katanya. Maria menyampaikan, pada tahun 2008 Goethe Institut bekerjasama dengan instansi pendidikan di Indonesia akan mengadakan beberapa kegiatan yakni, menerbitkan buku pengajaran bahasa Jerman, menyelenggarakan olimpiade bahasa Jerman pada Maret 2008 di Jakarta, dan pelatihan bahasa Jerman di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.*** Sumber: Pers Depdiknas |
|
News Update
|